Thursday, June 27, 2013

Materi Kultum : Adab Bergaul Antara Pria dan Wanita ( Bersentuhan dengan non-mahram )

Associating manners Men and Women

Discussion about manners / Adab between men and women hang out has been expressed by many parties and in various ways. However, there are still many who are confused how to do the actual attitude in dealing or associating with non-mahram. Here I will present a brief review adab little mixing with non-mahram.



Pembahasan tentang adab bergaul antara lelaki dan Perempuan telah banyak disampaikan oleh banyak pihak dan dengan berbagai cara. Namun demikian masih banyak yang bingung bagaimanakah sebenarnya sikap yang harus dilakukan dalam berhubungan atau bergaul dengan non-mahram. Berikut ini akan saya sampaikan sedikit ulasan singkat adab bergaul dengan non-mahram, dalam hal ini adalah adab bersentuhan dengan non-mahram.

Terdapat 2 (dua) pendapat yang masyhur tentang bersentuhan antara pria dan wanita yang non mahram, yaitu :

  1. Haram
 Pendapat ini berdasarkan kepada Al Qur'an Surat An-Nuur ayat 30-31.
(30) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(31) Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Juga berdasarkan kepada Hadits-hadits yang berasal dari 'Aisyah r.a. diantaranya yang menyatakan :
"Rasulullah saw. tidak pernah menyentuh wanita yang bukan mahram....."
"...........Lebih baik memegang bara api, daripada menyentuh wanita yang bukan mahram....."

2.  Mubah

Mubah berarti Boleh. Namun demikian ulama-ulama yang mengambil pendapat ini menggaris-bawahi, ada syarat yang harus dipenuhi yaitu bersentuhan TANPA SYAHWAT.

Pendapat ini berdasarkan kepada QS. An-Nisa : 43
(43) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.

Mereka yang mengambil pendapat ini menekankan kepada kalimat "kamu telah menyentuh perempuan" yang ditafsiri sebagai berhubungan suami istri, bukan sekedar bersentuhan kulit antara pria dan wanita.

Juga berdasarkan kepada Hadits dari Umu Athiyah, yang menyatakan bahwa beliau ketika dibaiat oleh Rasulullah dengan menjabat tangan.

Demikian tadi adalah ulasan singkat tentang hukum bersentuhan dengan non-mahram. Perlu juga diketahui sebagai referansi, bahwa Ibnu Taimiyah dan ulama Madzhab berhukum HARAM-nya bersentuhan dengan non-mahram. Hal ini juga karena untuk menjaga diri dan berhati-hati dari hal yang mubah.

Allahu'alam.

Semoga bermanfaat.


Wednesday, March 20, 2013

Materi Kultum : Fungsi Al Qur'an sebagai Petunjuk Hidup Manusia


Qur'an Function as Human Life Directive
Humans as creatures Allaah Lord of the Universe, not just left to live in the world. But along with that super complete manual book, which is called the Qur'an. Manuals provided by the Creator so that people are not wrong in their stride. In order to apply human persecution, against oneself, another person or the environment. User guide is given to survivors of human life and the hereafter


Sudah menjadi jamak, ketika kita membeli sebuah barang elektronik atau mesin, akan selalu disertakan buku petunjuk pemakaian dan perawatan barang tersebut. Buku petunjuk, manual book, tersebut dibuat dan diterbitkan oleh produsen barang tersebut, yang notabene adalah sang pembuat barang. Dan tentu saja mereka sangat paham dengan barang yang mereka produksi.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala Tuhan Alam Semesta, tidak begitu saja dibiarkan hidup di dunia. Tetapi disertai dengan manual book yang super lengkap, yang bernama Al Qur'an. Buku manual itu diberikan oleh Sang Pencipta agar manusia tidak salah dalam melangkah. Agar manusia tidak  berlaku aniaya, terhadap diri sendiri, orang lain ataupun alam sekitar. Buku petunjuk itu diberikan agar manusia selamat dunia dan akhirat.

lebih lengkap klik di sini

Monday, February 11, 2013

Materi Kultum : Kiat Manajemen Qalbu

Beberapa kiat memanajemen qalbu agar mata hati kita senantiasa bisa melihat tajam pada dunia yang fana ini adalah sebagai berikut :

  1. Membebaskan diri dari segala bentuk ibadah kepada selain Allah SWT.
  2. Banyak berdzikir dalam kondisi sepi atau ramai
  3. Rajin melaksanakan sholat malam
  4. Berkumpul dengan orang-orang sholih
  5. Banyak bermuhasabah
Lebih lengkap klik di sini

Berpikirlah Sebelum Melakukan Maksiat


Seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Dia berkata: “Ya Abu Ishaq, aku sering berbuat maksiat. Katakan sesuatu kepadaku sebagai nasihat yang bisa membantuku.”
Ibrahim berkata: “Jika kamu menerima 5 perkara dan kamu mampu melakukannya, niscaya kemaksiatan tidak akan merugikanmu.”
Dia menjawab, “Katakan wahai Abu Ishaq”
Ibrahim berkata, “Pertama, jika kamu hendak bermaksiat kepada Allah ta'ala maka jangan kamu makan rizki-Nya”
Laki-laki itu berkata, “Dari mana aku makan sementara semua yang ada di bumi adalah rizki-Nya?”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas engkau memakan rizki-Nya, sementara itu engkau bermaksiat kepada-Nya?”
Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang kedua”
Ibrahim menjawab, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya”
Laki-laki itu menjawab, “Yang ini lebih berat. Dimana saya akan tinggal?”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, pantaskah engkau bermaksiat kepada-Nya, sementara engkau makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya?”
Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang ketiga”
Ibrahim  berkata, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, kamu makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat dimana Dia tidak melihatmu. Disitulah kamu bisa melakukannya.”
Laki-laki itu menjawab, “Wahai Ibrahim, apa ini? Mana mungkin, sementara Dia mengetahui perkara-perkara yang tersembunyi”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas kamu makan rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya, lalu kamu bermaksiat kepada-Nya, padahal Dia melihatmu, mengetahui  apa yang kamu tampakkan dan kamu rahasiakan?”
Laki-laki itu menjawab, “Tidak. Katakan yang keempat”
Ibrahim menjawab, “Jika Malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka bilang kepadanya, “Nanti dulu, aku mau bertaubat dengan benar-benar dan beramal kerana Allah”
Laki-laki itu berkata, “Dia tidak mungkin akan menerima”
Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, jika engkau tidak mampu menolak malaikat maut supaya engkau bisa bertaubat dan engkau mengetahui bahwa jika dia mendatangimu dia tidak memberimu kesempatan, lantas bagaimana engkau berharap selamat?”
Laki-laki itu berkata, “Katakan yang kelima?”
Ibrahim berkata, “Jika malaikat Zabaniyah mendatangimu pada hari Kiamat untuk menyeretmu ke Neraka, maka jangan engkau menurutinya”
Laki-laki itu berkata, “Mereka tidak akan membiarkanku dan tidak akan menerimaku”
Ibrahim bertanya, “Bagaimana engkau bisa berharap selamat?”
Laki-laki itu berkata, “Ya Ibrahim, cukup..cukup.., aku meminta ampun dan bertaubat kepada Allah.”
Laki-laki itu benar-benar memenuhi janji taubatnya. Dia rajin beribadah dan menjauhi maksiat sampai dia meninggal dunia.
Dimbil dari “Mausu'ah Qishashis Salaf”, edisi bahasa Indonesia “Ensklopedi Kisah Generasi Salaf” karya Ahmad Salim Baduwailan, penerbit Elba

(sumber :http://nurisfm.blogspot.com)

Thursday, January 31, 2013

Materi Kultum : Adab Sholat


Prayer Manners (Sholah Adabs)

When we will conduct prayers, there are some manners that need our attention. Among them are brushing teeth, dressed, clean and fragrant.


Agar sholat menjadi lebih bermakna, perlu diperhatikan beberapa adab dalam sholat. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Bersiwak. Sabda Nabi saw, "Jika tidak memberatkan umatku, maka kuwajibkan bersiwak (mensikat gigi) setiap akan sholat".
  2. Berpakaian yang indah. Sesungguhnya Allah swt Maha Indah, dan menyukai keindahan. Maka sepantasnya kita berpakaian yang indah ketika menghadap Nya.
  3. Berpakaian yang bersih dan harum
  4. Perhatikan dan jawablah adzan.
  5. Segera berhenti dari kegiatan/pekerjaan dan segera pergi ke masjid.
untuk lebih lengkapnya silahkan klik di sini